Bandar QBandar QBandar QBandar Q

Cerita Sex Gairah Asmara Iparku

Cerita Sex Gairah Asmara Iparku - Hallo Semuanya, Kali ini Musim Lendir, akan mencoba memberikan cerita dewasa Cerita Sex Gairah Asmara Iparku, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Cerita Sex Gairah Asmara Iparku
Judul Cerita : Cerita Sex Gairah Asmara Iparku
Domino Kiu KiuBandar QJudi Bola

lihat juga


Cerita Sex Gairah Asmara Iparku

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Hot, Cerita Panas  – Sebelumnya, salah seorang kakak iparku, sebut saja namanya Nani (nama samaran), adalah sosok paling menyebalkan dimataku. Memang cantik sih, dan juga sukses, tapi nggak gitu-gitu juga kaleeee. Orangnya angkuh-angkuh gimana gitu.

Cerita Sex Gairah Asmara Iparku

Nani adalah istri Mas Joni (nama samaran juga), anak dari pakdekku. Mulanya aq nggak percaya kalau mas Joni bisa punya istri secantik itu, padahal menurutku sih tampang mas Joni biasa-biasa aja. Cuman menang kaya doang.

Padahal dulunya, waktu mas Joni sama Nani pacara, sering banget pinjem mobil ayahku. Tapi begitu mereka kerja dan sama-sama sukses, mulai deh keliatan aslinya, terutama si Nani.

Cerita Dewasa – Waktu aq kuliah adalah puncak-puncaknya kesebalanku pada Nani. Dia yg waktu itu mulai menanjak karirnya bertingkah kayak orang kaya baru pada umumnya. Tiap ngumpul lebaran di rumah nenek, dia itu paling getol bergaya. Dandanannya kayak artis. Yg di omongin sekitar kesuksesannya melulu. Nani dan mas Joni datang dengan mobil yg selalu baru tiap lebaran.

Tambah hari tambah sebel aja aq ama si Nani, sampai-sampai punya pikiran buat naklukin dia. Dan bukan Aldo namanya kalau nggak bisa bikin Nani klepek-klepek. Kebetulan waktu itu ada kesempatan. Mas joni nelfon aq kalau Nani mau ke kotaku (tempat aq kost) buat ketemuan sama rekan bisnisnya.

Pada hari H nya aq jemput Nani di bandara pakai taksi, lalu kuantar ke hotl tempat ia booking. Setelah ngobrol-ngobrol bentar, aq langsung balik ke kost. Sorenya aq ke hotelnya lagi, soalnya udah janjian mau ngajak dia jalan. Ketemuan sama rekan bisnisnya besok siang.

Waktu aq sampai di kamar Nani, aq tertegun melihat Nani lagi mengenakan baju tidur agak tipis. Ia cuek aja nagjakin aq ngbrol sambil ganti pakaian. Aq juga pura-pura nggak peduli sama penampilannya, padahal aq dag dig dug negeliat bodynya yg seksi banget.

Singkat cerita, sore sampai malam itu aq keliling kota yg baru kali ini didatanginya. Setelah itu Nani ngajakin makan malam. Kubawa dia ke restoran yg cukup mewah. Aji mumpunglah, hihihihihi… kapan lagi aq bisa makan di restoran mewah dan gratis lagi, pikirku. Waktu makan Nani berpesan kalau besok aq nggak usah datang ke hotelnya karena jadwalnya padat.

Malamnya setelah antar Nani kembali ke hotel, aq langsung pulang ke kost. Tapi aq nggak bisa tidur mikirn body Nani yg benar-benar seksi. Kebayang toketnya yg ranum tak tertutup BH dibalik baju tidur tipisnya dan CD seksi berwarna putih yg samar-samat terlihat. Kupikir, mumpung ia berada di kotaku, aq harus bisa memanfaatkan untuk menaklukkannya.

Meskipun Nnai sudah melarangku untuk datang ke hotelnya, tapi aq tetap nekat datang juga sorenya. Kupikir masa sih dia mau seharian sibuk sama urusan kerjanya. Pas sampai di lobby hotel, kulihat Nani baru keluar dari rest hotel. Ia sama seorang pria berjas dan berdasi. Tadinya mau langsung kusapa, tapi ia keburu masuk ke dalam lift. Aq pun menyusulnya dengan lift satunya. Begitu aq keluar dari lift, kuliat Nani sedang membuka pintu kamar sementara si pria menunggu di belakangnya. Jantung berdebar-debar. Kutunggu beberapa saat sampai mereka masuk ke kamarnya.

Aq termenung sendirian di kursi sofa yg ada dipojokkan dekat jendela. Sesekali mataku melihat ke arah kamar Nani. Hampir setengah jam aq duduk di situ. Pikiranku menduga-duga, apa yg nani lakukan dengan si pria itu di dalam kamar hotel? Jika memang benar klien Nani, kenapa diajak ke kamarnya? Kuhibur diriku dengan membaca majalah yg tersedia di situ sambil merokok. Tapi pikiranku tetap tak tenang. Jelas ada yg nggak beres dengan perilaku Nani. 1 jam sudah berlalu, tak ada tanda-tanda Nani atau pria itu keluar kamar. Apalagi yg dilakukan sepasang pria dan wanita yg hanya berdua saja di dalam kamar kalau bukan ‘memadu kasih’.

Pikiranku terus dibayangi dengan dugaan-dugaan negatif tentang Nani. Besar kemungkinan pria itu bukan sekedar klien, tapi selingkuhannya. Sudah 3 batang rokok kuhabiskan untuk menenangkan pikiranku. Andai aq Mas Joni, [asti sudah aq dobrak pintu kamar Nani dari tadi.

Saat aq hendak menyulut rokok ke empat,pintu kamar Nani terbuka dan pria itu berjalan keluar. Aq pura-pura baca majalah untuk menutupi wajahku, tapi sudut mataku mengamati pria itu yg melangkah menuju lift dekat tempa aq duduk. Cukup ganteng dan gagah, pikirku.

Begitu si pria itu masuk lift, aq langsung menuju kamar Nani. Dia tampak terkejut waktu aq membuka pintuk sedikit dan mengintipnya dari baliknya. Tanpa menunggu disuruh masuk, aq langsung nyelonong saja ke dalam. Aq pun terkejut melihat Nani berbaju tidur tipis tanpa menggunakan dalaman. Sesaat kemudian ia bersikap ramah, bahkan jauh lebih ramah dari sebelumnya. Melihat caranya berpakaian, sudah pasti telah terjadi sesuatu antara Nani dengan si pria itu. Apalagi ranjangnya terlihat kusut dan baju yg tadi dikenakan Nani waktu keluar dari resto hotel berserakan di lantai.

Aq melihat sebuah kesempatan emas. Ia langsung kucecar dengan pertanyyan seputar pria yg baru saja keluar dari kamarnya.

“Mbak, tadi aq papasan sama cowok, kayaknya dia baru keluar dari kamar ini, deh”

Nani terlihat gugup mendengar pertanyyanku yg pasti tak didugannya. Dia bilang rekan bisnisnya dan mereka mampir sebentar untuk mengambil berkas dikamarnya.

“Ahh, masa sih nemuin rekan bisnis pakai baju ginian?” sergahku
“Mbak barusan aja ganti baju terus kamu datang” nada suara Nani gugup pertanda ia bohong.

Jelas berbohong lah. Waktu antara pria itu keluar kamar hingga kudatangi Nani ke kamarnya tak sampai semenit. Mana mungkin ia secepat itu ganti pakaian. Dipikir dirinya supergirl kali ya!? Tapi aq nggak berusaha menyggah jawabannya.

“Lagian juga nggak pantas lah nemuin rekan bisnis di kamar. Berduaan lagi. Coba kalau aq ini mas Joni pasti kuhajar cowok itu” Nani terdiam mendengar perkataanku.

Ia pasti ketakutan sekali kalau sampai kulaporkan perbuatannya sama mas Joni. Selama ini, mas Joni lah yg banyak berjasa padanya, mulai dari mencarikan Nani kerja sampai cari klien. Apalagi ortu mas Joni kaya raya. Hidup mewah Nani pastilah karena campur tangan mertuanya.

Sambil menunjukkan tampang marah, kupandangi ranjang yg acak-acakkan bed covernya. Lalu mataku tertuju pada CD seksi berwarna putih tergeletak di lantai. Kuambil CD itu dan kugenggam erat-erat. Nani masih terpaku di tempatnya.

alu aq duduk di pinggiran ranjang sambil memandangi ranjang. Kulihat ada sesuatu yg basah di bed cover. Saat kucolek, rasanya dingin dan agak kental. Kutunjukkan jariku ke Nani.

“Apa ini? kalau nggak salah ini pejuh. Iya kan?” kataku dengan nada agak membentak.

Tiba-tiba Nani bersimpuh di hadapanku denganwajah mengiba. Kedua tanganya bertumpu dilututku.

“Tolong jangan bilang Mas Joni, Do… pliissss….”
“Aq bukan tipe pengadu, mbak. Tapi mbak sudah keterlaluan. Pamitnya ke mas Joni mau ketemuan sama rekan bisnis. Ternyata sama pacar gtelap!”
“Mbak khilaf, Do. Swearrr…” ujar Nani melas.
“Kamu mau apa aja mbak kasih, asal jangan bilang mas Joni ya?” lanjutnya sambil mengusap lututku. Dadaku berdebar kencang. Kupikir, itulah saatnya aq mewujudkan fantasiku.
“Apa aja? yg bener nih, mbak?!” kataku dengan nada tinggi.
“Iya. Do swearrr.. bilang aja kamu mau apa, pasti mbak kasih” raut wajahnya nerubah agak cerah.
“Ok, aq minta mbak buka baju” ujarku sekenanya.

Tak kusangka, tanpa malu-malu Nani langsung bangkit dan melepas baju tidurnya. Toketnya yg padat dan rambut memeknya yg tipis terpampang tepat di hadapanku. Kupandangi sekujur tubuhnya. Kulitnya putih bersih. Harum pula. Otomatis kemaluanku tegang dan mengeras.

Nani yg semula hanya berdiri di hadapanku melangkah mendekatiku. Ia pegang bahuku, sementara satu kakinya di naikkan di tepi tempat tidur, sehingga perutnya tepat berada di wajahku. Kemudian ia mendorong badanku hingga terbaring di tempat tidur.

Sesaat kemudian Nani melepas kancing celanaku lalu melorotkannya hingga ke ujung kakiku. Tangannya mengelus halus kemaluanku yg telah tegang mengeras di balik CD ku. Setelah itu Nani melepaskannya. Begitu CD ku terlepas mulutnya langsung menyergap kemaluanku dengan hisapan dan kuluman lembut.

Makin lama makin dahsyat kulumannya karena disertai hisapan-hisapan kuat. Sesekali matanya menatapku, sesekali berkonsentrasi pada kemaluanku. Kubiarkan saja ia melakukan tugasnya. Rasa nikmat yg menjalar makin terasa setiap kali lidahnya menjulur-julur di ujung kemaluanku. Pacarku sudah terbiasa melakukan hal itu, tapi tdk senikmat Nani. Kalah pengalaman kali yeee….

Suasana semakin hot ketika Nani meyuruhku untuk bergeser ke tengah ranjang. Ia mengikuti naik keranjang dan memposisikan diri di atas tubuhku. Kemudian ia membungkuk dan melumat bibirku dengan penuh gairah. Aq pun membalas lumatannya. Sambil berciuman Nani menggesek-gesekkan memeknya di kemaluanku hingga akgirnya masuk. Mulanya ia hanya bergoyang pelan dan hanya fokus pada ciuman. Lama lama goyangan Nani makin Hot. Nani pun kemudian bangkit karena berganti fokus pada hujaman kemaluanku dan kemaluannya.

“Berkali-kali Nani mengerang dan mendesah nikmat. Kuremas-remas toketnya yg padat. Maklum ia belum punya anak.
“Aaaahhh, nikmat, Do.. nikmattt sayanggg…” ucapnya sengan mata terpejam.

Sesekali Nani ikut meremas toketnya sendiri sambil terus bergoyang.
Beberapa saat kemudian Nani merebahkan tubuhnya di tubuhku. Dibenamkan kepalanya di leherku sambil berkata dengan suara bergetar,

“Oogghhhh, kamu hebat, Do… kamuhh hebaatttt… ooggghhh…”
“Gantian aq yg di atas, Mbak…” kataku”
“Sebentar dong, sayang… masih nikmat nih… oohhh…” desah Nani. Nafsnya memburu dan goyangannya melemah.
“Ngghhhhhh…” Nani bergetar hebat dengan giginya terkatup rapat. Tampaknya ia telah meraih orgasme.
“Nungging dong, Mbak…” pntaku.

Begitu Nani berangsur dari atasku dan mengambil posisi nungging, kulucuti bajuku dan kemudain menghujamkan batang kemaluanku ke dalam lubang memek Nani yg sudah basah dan licin. Nani mengerang luruh. Eranganyya berubah mejadi pekikkan terputus-putus saat aq mulai mengocokknya.

“Ah.. ahh.. ahh.. ahhh…” begitulah suaranya yg terdengar sangat merdu di kupingku, pertanda ia merasakan kenikmatan dari setiap kocokkan batang kemaluanku di lubang memeknya.

Ini adalah posisi yg paling aq sukai karena aq bisa melihat pantat lawan mainku bergetar-getar tiap kali di kocok. Kumainkan irama kocokanku, kadang lambat, kadang cepat. kadang menghentak tiba-tiba. Nnai mengelinjang-gelinjnag sambil mengeluarkan suara-suara menggairahkan, hingga akhirnya merebahkan tubuhnya. Kuikiuti ia sambil terus melancarkan serangan. Meskipun Nani tengkuap, tapi batang penisku tetap bisa menghujamnya dengan sodokkan-sodokkan maut, karena batang kemaluanku lumayan panjang.

Setelah puas dengan posisi itu, Nani kususurh terlentang dan kemudian kuhujani lagi dengan hujaman bertubi-tubi. Sesekali kurebahkan tubuhku diatas tubuh Nani dan sambil terus bergoyang kulumat bibir Nani. Kedua tangannya membelit kuat tubuhku disertai dengan cengkraman kuat.
Terlalu lama menghujam membuat tubuhku terasa letih. Nafsuku memburu. Meski begitu nafsuku masih menggebu-gebu karena belum meraih klimaks. Akhirnya Nani kuajak ke meja rias samping tempat tidur. Ia kusuruh duduk di meja, dan aq kembai menyodokkan batang kemaluanku ke dalam lubang memeknya. Dengan posisi itu tenagaku tak terlalu terkuras. Aq bisa memainkan goyanganku sambil menciumi bibir dan toket Nani.

“Oghhh, kamu kuat sekali, Do.. aagghhh, teruss entot aq, Do… oohhh, terussss…” gumam Nani di kupingku.

Aq jadi makin bersemangat hingga meja rias itu ikut bergoyang keras, sehingga perlengkapan Nani, seperti parfum, lipstik dan deodoran, yg ada di atas meja rias itu terguling semua.

Setelah itu Nani turun dari meja dan menungging dengan bertumpu meja. Dalam posisi itu, baik aq maupun Nani bisa melihat langsung aksi kami di depan cermin.

“Aq mau keluaarr, Mabk…” kataku saat kurasakan pejuhku sampai di ujun kemaluanku. Buru-buru Nani berjongkok di depanku dan aq terus mengocok batang kemaluanku sampai nyembur di mulut dan wajah Nani. Kemusian Nani menghisap kemaluanku dengan lembut. Hisapannya terasa geli dan enak.

Setelah membersihkan diri, Nani dengan masih dalam keadaan bugil membaringkan tubuhnya di atasku dan memintaku untuk menginap di hotel itu. ‘Siapa takut’ kataku dalam hati. Malam itu benar-benar puas telah berhasil membuat Nani klepek-klepek. Dan hubunganku dengan Nani tak berakhir ketika Nani kembali ke jakarta.

Ia sangat aktif menghubungiku lewat handpone. Kadan telpon, kadang hanya sms. Kata-katanya sangat mesra. seperti orang sednag dilanda asmara. Bahkan ia mengajakku sex phone malam-malam saat mas Joni tdk ada di rumah.

Tak sampai sebulan kemudia ia datang lagi ke kotaku dan khusus untuk menemuiku. Ia menginap hotel yg sama selama 3 hari, dan selama itulah kami berbagi kenikmatan ranjang. meskipun usia Nani sudah hampir mencapai angka 4, tapi goyangannya tak kalah dengan pacarku. Bahkan Nani lebih banyak berinisiatif. Seperti misalnya waktu kami jalan naik mobil sewaan, ia tak segan-segan membuka kancing celanaku dan mengulum batang kemaluanku saat kami melewati jalanan sepi dan agak gelap. Pokoknya Nani mantap deh….

Kedekatanku dengan Nani membuatnya lebih terbuka kepadaku. Curhat lah. Katanya, mas Joni makin jarang menyentuhnya. Ia terlalu sibuk dengan bisnisnya. Itulah sebabnya ia tergoda pada teman sekolah SMA nya, yg tak lain adalah pria yg pernah kulihat di hotel. Tapi Nani bilang kalau ia sudah tdk berhubungan dengan pria itu. Ia berjanji tak ingin selingkuh dari pria lain karena telah mendapat kepuasan dariku (walaupun sebenarnya itu termasuk selingkuh juga, kan?).

Bisa dikatakan, hampir sebulan sekali Nani datang untuk sekedar melepaskan hasrat birahinya bersamaku. Aq pun pernah datang ke Jakarta atas permintannya. Waktu itu aq libur semesteran. Selama 5 hari di jakarta aq tak hanya mendapatkan kepuasan rihani dari Nani, tapi juga materi. Ia memberikan bermacam-maca hadiah, seperti Baju, celana, HP dan kartu debet yg rutin ia isi setiap bulan sebagai tambahan uang sakuku.

Hubunganku dengan Nani berjalan lancar, selancar hubunganku dengan pacarku, sebut saja namanya Sita. Tapi pada Nani aq mengaku jomblo.

1 tahun lebih aq jadi simpanan Nani, aq dikejutkan dengan telpon darinya. Ia bercerita kalau mas Joni sudah nikah lagi dengan sekretarisnya dan itu sudah berlangsung hampir 2 tahun. Mas Joni punya 1 anak dari istri mudanya. Nani cerita sambil nangis. Besoknya ia datang ke kotaku dan cerita lagi tentang itu. Terus terang aq nggak tau harus berbuat apa, karena kupikir, Nani termasuk bersalah juga karena juga selingkuh. Tapi ia sepertinya tdkm erasa bersalah. Ia sangat kecewa pada mas Joi yg telah membohonginya.

Asyiknya, ia tumpahkan kekecewaanya dengan bersetubuh denganku. Ia amat sanagt hot, jauh lebih hot dari sebelumnya, seperti perempuan jalang yah haus sex. Nani tak segan-segan mengungkapkan kenikmatannya melalui erangan dan desahan keras. Saat pejuhku menyembur, ia menelannya tanpa merasa jijik. Bahkan ia memintaku untuk menganalnya. Seharian kami bersetubuh di ranjang, seolah besok akan kiamat.


Entah ronde ke berapa malam itu, saat tengah memacu birahi Nani ingin aq keluarkan pejuhku di dalam memeknya. Sambil terengah-engah ia bilang kalau ia ingin hamil. Aq tentu saja tdk mau. Urusan bisa tambah ribet.

Saat aq orgasme, cepat-cepat kucabut batang kemaluanku dan kusemburkan di pantatnya (waktu Nani dalam posisi Nungging). Nani terlihat kesal setelah itu, tapi aq tak peduli. Aq hanya ingin bersenang-senang dan tak ingin dilibatkan dalam masalah yg dihadapinya. Lagipula, kupikir ia sedang emosional dan tdk berpikir panjang.

Ternayat itu adalah pertemuanku dengan Nani. Ia tiba-tiba saja menghilang entah kemana tak ada kabarnya sama sekali. Mungkin ia kecewa karena aq tak koperatif dengan menolak menghamilinya. Aq sempat merasa kehilangan dia, tapi setelah kupikir-pikir, mungkin lebih baik begitu.

Cukup sudah petualangan sex ku dengan Nani. Sepertinya keadaan berbalik. Dulu tujuanku adalah menaklukkannya, tapi kemudian berkembang, sepertinya aq yg menjadi obyek sexsual Nani untuk mengisi kesepiannya karena jarang dibelai mas Joni.

Di pihak lain, aq sudah terlalu banyak berbohong pada Sita sejak ada Nani. Memang Nani telah banyak memberi warna dalam hidupku, tapi ia hanyalah yg numpang lewat yg hadir dihatiku dan kemudian paergi lagi

Dihari lebaran berikutnya Nani tak pernah ada. Begitu dengan mas Joni. Tapi dari kasak kusuk saudara-saudaraku, mereka tdk bercerai. Nani tetap jadi istri mas Joni, hanya saja statusnya jadi istri pertama. Sampai hari ini mereka belum dikaruniai anak, sementara dari istri kedua mas Joni sudah punya 2 anak. { ALDO (nama samaran), 28 tahun, Jakarta ] Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot.


Demikianlah Artikel Cerita Sex Gairah Asmara Iparku

Sekian Blog Lendir Cerita Sex Gairah Asmara Iparku, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Cerita Sex Gairah Asmara Iparku dan artikel ini url permalinknya adalah http://musimlendir.blogspot.com/2017/03/cerita-sex-gairah-asmara-iparku.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : ,,,,,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Cerita Sex Gairah Asmara Iparku"

Post a Comment