Bandar QBandar QBandar QBandar Q

Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang

Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang - Hallo Semuanya, Kali ini Musim Lendir, akan mencoba memberikan cerita dewasa Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang
Judul Cerita : Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang
Domino Kiu KiuBandar QJudi Bola

lihat juga


Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang

Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Hot, Cerita Panas Bejudul Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang – Bapakku keturunan Barat dan ibuku keturunan Chinese. Perpaduan ini yg membuatku menjadi seorang perempuan tinggi ramping, berkulit putih dan meskipun badanku tak terlalu seksi, bisa kututupi kekurangan itu dgn wajahku yg kata orang menawan. Tentu saja aqu senang mendengarnya, apalagi sewaktu Monte mengatakan kalo bibirku benar-benar menggoda. Memang sih aqu belom pernah tidur dgn seorang lelaki, namun kalo soal yg begituan aqu cukup ahli, yah mungkin ketularan sama omes-nya (otak mesum) Monte dan kawan-kawannya yg tak kalah omes. Jadi kesimpulannya, aqu juga termasuk ahli di bidang begituan.

Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang

Hari itu, kira-kira jam 4 sore tanggal 12 Februari tahun ini, aqu jalan-jalan bersama Cecylia dan Yuli. Kami memang sedang mencari sesuatu yg dapat kami berikan ke laki laki yg paling dekat dgn kami, kan 2 hari lagi Valentine, jadi harus memberikan yg istimewa donk. Setelah sekitar 2 jam berkeliling mencari barang yg cocok, aqu akhirnya menyerah. Aqu sama sekali tak mendapatkan barang yg benar-benar spesial untuk laki lakiku.

Akhirnya kuputuskan untuk mencari di tempat lain saja besok. Aqu pulang tanpa membawa apa-apa, berbeda dgn Cecylia dan Yuli yg sudah mendapatkan yg mereka cari. Aqu memang susah mencari barang untuk Monte, dia tuh orangnya senang yg romantis dan sedikit berbau omes gitu lah.Namun aqu yakin, aqu akan mendapatkan sesuatu untuknya. Kan kalo kita mau usaha, pasti kita akan mendapatkan apa yg kita inginkan.

Singkat cerita, aqu sama sekali tak mendapatkan apa-apa, bahkan besoknya juga aqu masih tak mendapatkan apa-apa. Aqu tak mau memberikan sesuatu yg biasa, kupikir lebih bagus aqu tak memberikan sama sekali daripada kuberikan sesuatu yg biasa di hari yg spesial nanti. Ternyata Monte sudah berinisiatif lebih dulu, dia mengajakku candle light dinner. Tepat seperti dugaanku, dia memang suka keromantisan, kami hanya makan sedikit terus minum sedikit dan kami sempat slow dance dulu sebelom akhirnya duduk lagi, hanya duduk dan saling memandang.

Tak tahu karena aqu terbawa suasana atau memang si Monte jago (muji ogut lagi nih), yg jelas aqu benar-benar menikmati malam itu. Monte memberikan kalung cantik dan dia memasangkan di leherku.

Terus diciumnya pipiku dari belakang sembari berkata,
“Biar hari ini jadi hari yg lo kenang selama hidup lo. dan ogut harap lo juga inget siapa yg ada di sini ngerayain hari Valentine ini sama lo”

Tak tahu kenapa, Monte melaqukan sesuai dgn apa yg kuharapkan, hingga aqu akhirnya menemukan sesuatu yg spesial untuk kuberikan kepadanya. Kuajak dia ke rumahku, aqu tahu persis orangtuaqu tak ada di rumah, dan di rumah hanya ada si Iyem saja.

Sampai di rumah, Monte duduk di kursi tamu seperti biasa dan kubawakan minuman untuk dia. Sewaktu aqu balik lagi, Monte sedang melihat-lihat album fotoku. Dia tersenyum sewaktu melihat fotoku sewaktu masih kecil. Sewaktu aqu datang dia langsung tersenyum ke arahku. Kuletakkan minuman di meja dan bilang kalo aqu tak dapat memberikan apa-apa di hari Valentine ini, namun aqu punya sesuatu yg spesial buatnya di hari spesial ini.

Aqu duduk di sebelah Monte, kubiarkan Monte memelukku dan menciumku. Bibirnya lembut membasahi bibirku, terus dia mengambil sirup di meja dan pura-pura menumpahkannya di bajuku.
Kami berdua tertawa bersama, terus dia berkata,

“Ups.., sorry ya. Mendingan lo ganti baju dulu, nanti masuk angin kalo pake baju basah gini.”

Aqu tahu Monte memang sengaja, dia mau mengajakku ke kamar. Deg-degan juga sih, namun aqu sudah bertekad kalo aqu harus dapat memberikan yg spesial buatnya hari ini.

Rupanya Monte sudah tahu kalo aqu memang mau memberikan sesuatu yg sudah 17 tahun kujaga baik-baik. Yap, aqu memang memilihnya untuk mengambil kesucianku. Kurasa memang dia orang yg tepat. Aqu ke kamar, dan seperti yg kuduga dan kuinginkan, Monte mengikutiku. Terus dia duduk di kasurku memperhatikanku jalan ke arah lemari pakaianku.

Aqu cuek saja buka baju di depan dia, namun waktu aqu mau membuka BH-ku, Monte memelukku dari belakang sembari berkata,

“Biarkan malam ini berjalan lambat, jangan habiskan waktu terlalu cepat.”


Aqu menurut saja, kubiarkan dia mencium leherku, bahuku dan akhirnya menggendongku ke tempat tidur. Monte masih belom puas bermain dgn bibirnya, dia menciumku dua kali, dan begitu kusadar, tahu-tahu BH-ku sudah hilang, tak tahu kemana. Aqu tak sadar kapan Monte membuka BH-ku itu, yg jelas sekarang dadaqu sudah telanjang. Mungkin karena aqu terlalu terbawa suasana.

Monte mulai bosan bermain dgn bibirnya, kali ini dia menggunakan lidahnya menjilati puting buah dadaqu. Lembut dan membuatku enak kegelian. Aqu hanya memejamkan mata sembari merasakannya menjilat dan sesekali menghisap putingku. Tiap kali dia hisap seperti ada setrum di badanku, aqu selalu menggeliat menahan geli. Aqu tak bosan-bosan merasakan enaknya permainan lidah Monte. Entah berapa lama aqu terdiam merasakan nikmatnya sentuhan demi sentuhan dari bibir dan lidahnya.

Ternyata bersamaan dgn lidahnya bermain, tangan Monte tak tinggal diam. Soalnya waktu kubuka mata, aqu terkejut sekali, ternyata aqu sudah telanjang bulat, dan Monte hanya menggunakan celana dalem saja. Hebat juga dia bisa menenlanjangiku dan melepas pakaiannya tanpa dapat kuketahui.
Kucoba untuk bangun, namun badanku terasa lemas, aqu sama sekali tak bertenaga. Aqu tak dapat berbuat apa-apa sewaktu Monte mulai turun terus mencium pusarku. Terus tangannya membuka pahaqu lumayan lebar. Aqu merasa malu juga sewaktu Monte melihat kemaluanqu. Monte tak lama-lama melihatnya, dan tak lama dia sudah menjilati bibir kemaluanku.

Lebih gila lagi, ternyata sewaktu dia menjilat kemaluanqu, rasanya jutaan kali lebih nikmat dari permainannya di puting buah dadaqu. Dia menjilat beberapa kali, terus dia menjilat klitoris-ku. Ini lebih hebat lagi, soalnya tanpa sadar aqu mendesah. Sebenernya lebih mirip teriak keenakan sewaktu lidahnya pertama kali menyentuh klitorisku yg memang super sensitif. Gila, ternyata Monte tak hanya menjilatnya beberapa kali,gairah sex namun berkali-kali, terus dia memelintir perlahan klitoris-ku. Wah, itu sih tak dapat dijelaskan, yg jelas badanku refleks kejang dan aqu menjambak rambutnya tanpa sadar. Namun sewaktu rasa kesetrum itu mulai hilang, aqu malah ingin lagi. Ternyata Monte tahu, dia memelintir lagi klitoris-ku sekali lagi dan seperti sebelomnya, aqu kejang lagi. Terus dia malah lebih gila lagi, digosok-gosokkannya klitorisku dgn ujung jarinya. Aqu tak tahan kejang-kejang, namun Monte memegang pinggangku, jadi aqu tak dapat bergerak bebas.

Rasa nikmat itu lalu memuncak dan aqu tak sadar lagi, semua terasa gelap dan badanku kejang-kejang tak karuan tanpa dapat kukontrol. Aqu tahu aqu sudah sampai puncak, dan begitu kusadar lagi, Monte sudah menggosok-gosok kepala kemaluannya yg besar sekali ukurannya. Aqu tak yakin kemaluan sebesar itu dapat masuk ke kemaluanqu, ada juga sih rasa taqut. Namun aqu sudah bertekad, aqu akan memberikan kesucianku untuk Monte.

Monte terus menekan sedikit kemaluannya. Bibir kemaluanku terasa terbuka, dan akhirnya kurasakan kepala kemaluannya di bagian luar kemaluanqu. Monte terus mencium bibirku dan membuka pahaqu lebih lebar, kututup mataqu, siap menerima apa yg akan terjadi. Ternyata tak terjadi apa-apa, sialnya sewaktu kubuka mata, Monte sedang menekan kemaluannya kuat-kuat ke kemaluanqu. Kontan saja aqu berteriak, lumayan kencang juga.

Belom habis rasa terkejutku, Monte menyodok lagi kemaluannya ke kemaluanqu, perih sekali rasanya. Sepertinya badanku terbagi dua karena robek disodok kemaluan sebesar itu. Namun rasa sakit itu berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi rasa nikmat yg tak kalah dari rasa nikmat sewaktu Monte memelintir-melintir klitoris-ku. Monte mulai goyg maju mundur pelan-pelan, namun kerasanya hebat sekali sewaktu kemaluannya menggosok-gosok dinding kemaluanqu. Sepertinya tak ada ruangan kosong lagi di kemaluanqu, semua terasa sudah sesak disodok-sodok. Aqu mencoba untuk menahan sakit dan itu berhasil. Rasa sakit itu berubah menjadi sengatan-sengatan listrik yg membuatku ingin lagi disodok-sodok.

Melihatku mulai tenang, Monte tambah mempercepat mengocok kemaluanqu yg sudah banjir karena basah. Aqu hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah menikmati permainan Monte. Yg jelas aqu bener-bener hanyut dalem suasana itu. Tiba-tiba Monte bergerak semakin cepat dan ada sengatan yg lebih nikmat lagi dari dalem kemaluanqu. Sepertinya aqu akan mencapai puncak lagi, dan aqu sudah tak sabar menunggu saat indah itu. Monte semakin cepat dan liar mengocok kemaluanqu. Sama sekali sudah tak ada iramanya lagi.

Tanpa sadar aqu mulai berteriak-teriak kecil menikmati semuanya itu. Terus akhirnya semua gelap, aqu kejang-kejang lagi seperti tadi. Aqu baru sadar waktu ada sesuatu yg hangat di perutku, dan waktu kubuka mata, Monte sedang mengocok-ngocok kemaluannya dgn tangannya dan dari kemaluannya muncrat cairan putih kental ke perutku. Kubiarikan Monte memuncratkan maninya sampai habis, baru aqu berusaha bangun. Aqu pusing sebentar, namun terus hilang. Monte membersihkan badannya di kamar mandi, terus menghampiriku yg sudah menggunakan pakaian lengkap.

Monte mencium keningku, terus dia duduk di sebelahku, meremas jariku sembari bilang kalo dia puas sekali dan dia bilang aqu tak akan kecewa memilihnya. Aqu percaya kalo Monte serius, aqu tahu dia bukan orang yg suka mempermainkan cewek. Aqu yakin pilihanku kali ini benar. Pasti benar deh.

“Thank’s buat hadiahnya, ini bener-bener hadiah yg tak ternilai buat ogut.” kata Monte, terus menciumku lagi.

Kemudian dia membantuku ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Aqu benar-benar lemas, dan sewaktu Monte ingin pulang, aqu hanya mengantarnya sampai pintu depan saja, tak sampai gerbang. Terus sewaktu Monte sudah pulang, kukunci pintu dan terus aqu roboh di sofa. Aqu lemas sekali dan tak ingat apa-apa.

Waktu kubangun pagi, aqu benar-benar terkejut, soalnya aqu masih telanjang. Aqu langsung lari ke kamar dan pakai baju. Aqu terus duduk di kasur. Ada sisa-sisa rasa pedih di selangkanganku, namun rasa pedih itu kalah dgn kenangan nikmat tadi malam. Benar-benar malam yg spesial untukku dan kuharapkan malam yg spesial juga untuk Monte.


Demikianlah Artikel Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang

Sekian Blog Lendir Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang dan artikel ini url permalinknya adalah http://musimlendir.blogspot.com/2017/03/pecah-perawan-di-hari-kasih-sayang.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : ,,,,,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Pecah Perawan Di Hari Kasih Sayang"

Post a Comment